Spirit Lailatul Qodar – Kisah Nabi Sam’un (Samson) dan Sebab Turunnya Surat Al-Qodar

Spirit Lailatul Qodar – Kisah Nabi Sam’un (Samson) dan Sebab Turunnya Surat Al-Qodar
Spirit Lailatul Qodar

Kisah Nabi Sam'un (Samson) dan Sebab Turunnya Surat Al-Qodar

Dalam kitab Muqasyafatul Qulub karangan al Ghazali, berkisah pada suatu malam di bulan Suci Ramadhan, Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa salaam berkumpul dengan para sahabat. Lalu bertanyalah salah seorang sahabatnya. 

“Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?”

Rasulullah menjawab: “Diperlihatkan kepadaku hari akhir ketika di mana seluruh manusia dikumpulkan di mahsyar. Semua Nabi dan Rasul berkumpul bersama umatnya masing-masing, masuk ke dalam surga. Ada salah seorang nabi yang dengan membawa pedang, yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Sam’un.”

Siapakah Sam’un?

Samson atau Simson dalam bahasa Ibrani, merupakan seorang nabi di dalam ajaran islam yang dikenal dengan nama Sam’un Ghozi Alaihi Salam. Kisah nabi ini terdapat di dalam kitab-kitab, seperti kitab Muqasyafatul Qulub dan kitab Qishashul Anbiyaa.

Samson adalah orang yang mempunyai kekuatan luar biasa yang tidak terkalahkan, yang menurut kisah kelemahannya terletak pada rambutnya.

Hidupnya hampir setiap hari dilalui dengan berperang, terlebih, dengan pedang ajaib yang selalu ia bawa kala berperang. Senjata ini terbuat dari tulang rahang unta bernama Liha Jamal. 

Nabi Sam’un memiliki kemukjizatan, yaitu dapat melunakkan besi, dan dapat merobohkan istana.

Atas izin Allah pula Nabi Sam’un memiliki mukjizat lainnya. Ketika ia haus dan lapar, senjata itu disebut bisa mengeluarkan air maupun menumbuhkan daging untuk dimakan.

Cerita Nabi Sam’un Ghozi AS adalah kisah Israiliyat yang diceritakan turun-temurun di jazirah Arab. Cerita ini melegenda jauh sebelum Rasulullah lahir.

Dalam kisah para Nabi disebutkan, Nabi Sam’un sanggup beribadah selama 1.000 bulan yang diisi dengan salat malam dan siangnya berpuasa. Selama 1.000 bulan ia menjadi pembela agama tauhid yang berperang melawan musuh Allah hanya berbekal tulang rahang unta.

Ketangguhan dan keperkasaan Nabi Sam’un dipergunakan untuk menentang penguasa kaum kafir saat itu, yakni raja Israil.

Akhirnya sang raja Israil mencari jalan untuk menundukkan Nabi Sam’un.

Berbagai upaya pun dilakukan olehnya, sehingga akhirnya atas nasehat para penasehatnya diumumkanlah, barang siapa yang dapat menangkap Nabi Syam’un akan mendapat hadiah emas dan permata yang berlimpah.

Singkat cerita istri Nabi Sam’un yang tergiur imbalan dari raja Israil, membantu percobaan pembunuhan terhadap Nabi Sam’un. 

Karena sayangnya dan cintanya kepada istrinya, nabi Sam’un pernah berkata: “Jika kau ingin mendapatkanku dalam keadaan tak berdaya, maka ikatlah aku dengan potongan rambutku.”

 

Nabi Sam’un pun diikat oleh istrinya kala ia tertidur, lalu dibawa ke hadapan sang raja.

Waktu berselang, Nabi Sam’un, wali Allah dengan rambut panjang yang disebut mencapai tanah itu kehilangan kekuatan. Mendengar kejadian itu, kaum kafir langsung mendatangi kediamannya dan berencana menyerang Nabi Sam’un untuk menyiksanya hingga mati.

Nabi Sam’un yang masih dalam keadaan terikat itu lalu dibawa ke hadapan raja. Siksaan terus didapat Nabi Sam’un, bahkan, kedua matanya dibutakan, dan beberapa bagian tubuh dipotong serta dipertontonkan ke masyarakat.

Pada saat itulah, Allah SWT kemudian menurunkan Malaikat Jibril untuk membantu Nabi Syam’un. “Apa permintaanmu pada Allah?” tanya Malaikat Jibril kepada Syam’un. Kemudian Nabi Sam’un berdoa kepada Allah SWT. Ia berdoa kepada Allah dimulai dengan bertaubat, kemudian memohon pertolongan dan kekuatan atas kebesaran Allah.

 

Doa Nabi Sam’un dikabulkan, dan istana raja bersama seluruh kaum kafir hancur beserta isteri dan para kerabat yang mengkhianatinya.

Kemudian Nabi Sam’un bersumpah kepada Allah SWT, akan menebus semua dosa-dosanya dengan berjuang menumpas semua kebathilan dan kekufuran yang lamanya 1000 bulan tanpa henti.

Ketika Rasulullah saw selesai menceritakan kisah nabi Sam’un Ghozi as yang berjuang fisabilillah selama 1.000 bulan, salah satu sahabat nabi berkata;

“Ya Rasulullah, kami ingin juga beribadah seperti nabiyullah Sam’un Ghozi AS”

Kemudian Rasulullah diam sejenak, dan datanglah Malaikat Jibril kepada Rasulullah dan berkata, “Hai Muhammad, umatmu merasa kagum dengan ibadah mereka selama delapan puluh tahun itu tanpa berbuat durhaka barang sekejap mata pun. Sesungguhnya Allah Swt. telah menurunkan hal yang lebih baik daripada itu.”

Kemudian Malaikat Jibril a.s. membacakan kepada Rasulullah firman Allah Swt :

Innaa Anzalnaahu Fiy Laylatil Qadr (1)
Wa Maa Adraaka Maa Laylatul Qadr (2)
Laylatul Qadri Khayrum Min Alfi Shahr (3)

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. (Al-Qadar: 1 -3) 

 

Malaikat Jibril AS datang dan mewahyukan kepada Rasulullah, bahwa pada bulan Ramadhan ada sebuah malam, yang mana malam itu lebih baik daripada 1000 bulan. Maka bergembiralah karenanya Rasulullah SAW. dan orang-orang yang bersamanya saat itu.

Wallahu A’lam Bishshawab.

Mari dibulan yang penuh berkah ini kita teladani perjuangan Nabi Sam’un yang beribadah kepada Allah tanpa durhaka selama 1000 bulan.

Dan salah satu keberkahan menjadi umat Rasulullah, adalah 1000 bulan tersebut, sebanding dengan ibadah 1 malam di malam lailatul qadar

Subhanallah walhamdulillah

Kami Yayasan Gema Akhlaqul Karimah ( YAGEMAR ) memfasilitasi bagi ayah bunda yang ingin berjuang mendapatkan malam lailatul qadar dengan menunaikan zakat, infak maupun sedekah

Bisa kami salurkan untuk program : buka puasa bersama, santunan rutin jumat, paket lebaran yatim ataupun pembangunan asrama

Di 10 hari terakhir bulan puasa ini, jangan lewatkan malam tanpa bersedekah. Semoga kita semua mendapatkan kesempatan lailatul qadar

Amin yaa robbal alamin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Chat Admin YAGEMAR
Anda butuh Bantuan?
Assalamualaikum Wr. Wb
Selamat datang di YAGEMAR, Ada yang bisa kami bantu?